Pertumbuha Rohani – Seri Murid Sejati

“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya,  karena akupun telah ditangkap  oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku  dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku“ Fil. 3:12-13

Semua yang hidup pasti bertumbuh. Kalau sesuatu berhenti bertumbuh artinya sesuatu itu mati. Demikian juga, kehidupan Kristen kita juga harus bertumbuh. Rasa ketidakpuasan rohani itu sangat dibutuhkan demi untuk pertumbuhan rohani kita. Seperti pemazmur mengatakan: jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup (Maz 42:2-3).

Ada yang membagi hidup kekristenan menjadi 3 tingkatan yaitu :

a.     Kristen duniawi

Ini adalah tipe orang Kristen-kristenan. Hanya KTP-nya saja mengaku Kristen tapi hidupnya masih seperti orang duniawi. Ke gereja kala pas NAPAS saja – Natal dan Paskah. Orang kristen yang duniawi menjadi penyebab persoalan, sebab mereka akan bergantung sepenuhnya pada pengertiannya sendiri. I Kor 2:14, manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.  Orang kristen yang seperti ini tidak akan mengalami kemenangan. Secara rohani orang kristen duniawi itu tidak ada kehidupan dihadapan Allah.

b.    Kristen daging

Ini Kristen yang setengah-setengah. Kebaktian rajin, tapi masih menyukai hal-hal yang duiawi seperti minuman keras, dunia malam, hidup hura-hura dan sebagainya. Orang yang selalu menjadi batu sandungan dan bukan menjadi berkat bagi orang lain. Ia berusaha hidup dengan kekuatannya sendiri, dan tidak pernah mengijinkan Roh Kudus untuk membentuk dirinya seperti Yesus.I Kor 3:3, masih termasuk manusia duniawi karena  masih ada iri hati dan perselisihan.  Orang seperti ini sebagian kakinya menginjak sorga, sebagian lagi masih tertinggal di neraka!

c.     Kristen rohani

Ini tipe orang Kristen yang dewasa dan matang. Memang ia belum sempurna, tapi focus hidupnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Orang kristen rohani adalah orang kristen yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah. Orang yang hidupnya bersandar sepenuhnya kepada Tuhan dan selalu hidupnya menghadirkan kemuliaan Tuhan.

Nah, dimanapun level kekristenan  kita saat ini, kita harus berusaha terus bertumbuh ke arah yang lebih baik.

Untuk itu kita harus melakukan ke 5 prinsip sebagai guide bertumbuh, yaitu :

5 PRINSIP PERTUMBUHAN ROHANI

1.     Kita harus mempelajari Firman Tuhan

Langkah pertama untuk tumbuh secara rohani adalah dengan mempelajari FT secara kontinyu. Kenapa kita harus mempelajari Firman Tuhan :

a. Karena Roh kita butuh makanan

Bukan hanya tubuh yang butuh makanan, tetapi roh kita pun butuh makanan rohani. Dan makanan rohani yang paling bergizi adalah FT. Firman Tuhan menjadi dasar bagi pertumbuhan rohani kita, Kol 3:16, biarlah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya diantara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur…Roh Kudus akan membantu kita untuk dapat memahami kebenaran-Nya. Inilah salah satu tanda orang percaya yang bertumbuh dalam anugerah Allah.

b.  Karena FT adalah buku manual kehidupan/standar kebenaran – Yoh. 17:17

Buku manual adalah buku yang berisi  tentang cara mengoperasikan sesuatu,misalnya TV. Nah, alkitab adalah buku manual kehidupan. Alkitab adalah standar kebenaran tentang bagaimana hidup yang berkenan kepada Allah di dalam dunia ini!

c.  Karena Firman Tuhan  membawa kita ke jalan keselamatan – 2 Tim. 3:16-17

Alkitab memiliki 4 fungsi penting dalam hal ini yaitu untuk:

  1. Mengajar (segala hal tentang iman)
  2. Menyatakan kesalahan (dosa yang harus dihindari)
  3. Memperbaiki kelakuan (sifat/karakter lama yang  buruk)
  4. Mendidik orang dalam kebenaran (kebenaran yang selaras dengan kehendak Tuhan)

Ke 4 hal itu berguna untuk tetap mengarahkan kita di jalan keselamatan yang sudah Allah tunjukkan.

2.  Kita harus tekun berdoa – Mat.26:41

Prinsip ke dua dalam pertumbuhan rohani adalah memiliki kehidupan doa yang konsisten. Kalau kita berdoa menurut kehendak Tuhan pasti Ia akan mengabulkan doa kita, I Yoh 5:14-15. Setiap orang percaya mempunyai kesempatan untuk berhubungan dengan Tuhan untuk menyatakan kasihnya dan permohonannya. Karena doa merupakan sarana komunikasi dengan Tuhan. Kenapa kita mesti berdoa ?

a.  Karena doa membuat kita intim dengan Allah
Tujuan utama berdoa seharusnya adalah menjadi intim dengan Allah.

b.  Karena doa membuat kita tahu kehendak Allah
Setelah kita intim dengan Allah, baru kita akan tahu kehendak Alah untuk hidup kita.

c.  Karena doa membuat kita kuat dalam menghadapi pencobaan.
Berikutnya, doa membuat kita kuat menghadapi pencobaan yang paling berat sekalipun.
Contohnya saat menghadapi hidup dan mati antara menerima salib atau tidak, Tuhan  Yesus  berdoa di taman Getsemani)

d.  Karena doa bisa menurunkan tingkat emosi atau kemarahan.
Mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan. Mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil.

e.  Karena dengan berdoa bisa meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit   yang disebabkan gangguan psikis.
Dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena
doa.dsb.

3.  Kita harus bersekutu dengan sesama orang Kristen – Ibr.10:25

Prinsip selanjutnya untuk bertumbuh secara rohani adalah dengan rajin bersekutu dengan sesama orang beriman. Kenapa kita harus bersekutu dengan sesama orang beriman ?

a.    Karena persekutuan itu menguatkan

Ingat, dalam persekutuan kita saling menguatkan, kita saling mendoakan dan saling melayani. Semua orang butuh dukungan orang lain untuk tetap kuat di dalam hidup ini.

b.    Karena pergaulan buruk merusak kebiasaan baik
Kita butuh persekutuan dengan sesama orang beriman karena kalau kita bersekutu dengan orang yang tidak beriman, maka kita justru akan menjadi jahat.

c.    Karena di dalam persekutuan Tuhan hadir
Ketika 2 atau 3 orang berkumpul (bersekutu) Tuhan hadir.Ini artinya Tuhan menyukai persekutuan.  Sebab hanya dalam persekutuanlah karakter seseorang bertumbuh. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

4.     Kita harus bersaksi bagi Kristus

Prinsip selanjutnya untuk bertumbuh adalah dengan menjadi saksi bagi Kristus.  Pengalaman hidup yang paling berkesan adalah ketika kita bersaksi tentang Kristus kepada orang lain. Dengan kesaksian tersebut kita sedang membagikan berkat rohani kepada orang lain. Kita membagikan kepada orang lain apa yang kita alami di dalam Kristus.

Kenapa kita harus bersaksi bagi Kristus ? Menurut Paulus dalam  2 Kor.5:1-21 ada beberapa alasan :

(a). Karena kemuliaan sorga – ayat 1
Sorga diciptakan untuk didiami. Dan yang mendiami adalah jiwa-jiwa yang sudah dimenangkan.

(b). Karena agar berkenan kepada Kristus – ayat 9
Kristus sangat berkenan kalau kita bisa membawa jiwa-jiwa kepadaNya. Seharusnya tujuan hidup kita adalah agar berkenan kepada Kristus

(c). Karena kegelapan hari penghakiman – ayat 10-11
Hari penghakiman akan menjadi hari penentuan dimana kambing akan dipisahkan dari domba. Ilalang dipisahkan dari gandum.

(d). Karena cengkeraman kasih Kristus – ayat 14-17
Orang yang dikuasai kasih Kristus akan tergerak untuk memenangkan orang lain. Kasih Kristus adalah dasar semua pelayanan kita.

(e). Karena ada amanat Agung – ayat 18-21
Kita semua di utus untuk memberitakan kabar sukacita. Setiap orang kristen pada dasarnya adalah ”Kingdom Ambasador” (duta besar Kerajaan Allah)

5.      Kita harus taat kepada Allah – Yoh.14:21

Ketaatan akan menghasilkan kedewasaan. Sebelum kita menjadi pemimpin, kita harus belajar jadi pengikut. Dan kita belajar jadi pengikut yang baik dengan mentaati semua perintah Tuhan. Orang yang taat, pada saatnya akan dipromosikan oleh Tuhan! Contoh : Yosua dipromosikan Tuhan menggantikan Musa.

Kesimpulannya : Kita harus bertumbuh  dan pertumbuhan itu harus terjadi setiap hari. Oleh sebab itu kalau kita tekun, maka kita pasti akan semakin bertumbuh menjadi semakin menyerupai Kristus!

Renungan oleh Drs. Edward Pipie Jahja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *