Mengalami Pertumbuhan Iman – Seri Murid Sejati

Iman adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen. Sebab alkitab mengatakan kita diselamatkan karena iman bukan karena perbuatan – Rm.3:28

Thomas Groome (teolog Amerika) mengatakan bahwa ada 3 sisi dari iman yang tidak bisa dipisahkan, yaitu:

(a) Believing
Artinya : mempercayai yang benar. Yang benar itu tentu yang ada di dalam alkitab.

(b) Trusting
Artinya : mempercayakan diri pada sosok yang benar. Sosok yang benar adalah Tuhan Yesus kristus.

(c) Doing
Artinya : melakukan hal-hal yang benar. Hal yang benar adalah hal yang selaras dengan kehendak Tuhan.

Selain itu iman juga memiliki 5 aspek. Kita harus bisa bertumbuh didalam ke 5 aspek iman tersebut.
Nah, marilah kita mendalami apa saja ke 5 aspek dari iman itu, yaitu :

5 ASPEK IMAN

1. Kebenaran ( Truth) – Rm.10:17
Iman tidak boleh lepas dari kebenaran. Pertanyaannya darimana kebenaran itu kita peroleh ?

Ada 4 sumber kebenaran di dunia ini , yaitu :

(a) Pengetahuan berdasarkan kebenaran indrawi
Pengetahuan jenis ini kita peroleh berdasarkan penglihatan panca indra. Pengetahuan jenis ini tidak selalu benar. Contohnya :  Menurut indra penglihatan kita, matahari muncul dari timur, tenggelam di barat.

(b) Pengetahuan berdasarkan kebenaran akali (ilmiah)
Ini disebut juga pengetahuan berdasarkan logika atau penelitian ilmiah. Ini lebih bisa dipercaya dari pengetahuan berdasarkan kebenaran indrawi.
Contohnya : kalau menurut pengetahuan indrawi matahari muncul dari timur dan tenggelam di barat, menurut pengetahuan akali (ilmiah) yang terjadi sebenarnya adalah buminya yang berputar mengelilingi matahari, mataharinya tidak bergerak dari timur ke barat!

(c) Pengetahuan berdasarkan kebenaran empiris (Pengalaman hidup)
Pengetahuan ini di dapat lewat pengalaman hidup sehari hari manusia.
Contohnya : Kita tahu api itu panas, karena kita pernah tersulut api. Kita tahu es itu dingin karena kita pernah punya pengalaman memegang es.

(d) Pengetahuan berdasarkan kebenaran Illahi (adi kodrati)
Ini yang tertinggi. Ini adalah hikmat yang Allah berikan kepada anak-anakNya. Pengetahuan ini di dapat berdasarkan wahyu Allah kepada manusia.
Contohnya : kita tahu ada sorga dan neraka ( walaupun kita belum pernah melihat, merasakan atau mengalami sendiri ) berdasarkan wahyu dari Tuhan ( Firman Allah ) – 2 Kor.5:1

Kita harus menempatkan kebenaran illahi lebih tinggi dari sumber kebenaran lain. Artinya kalau ada benturan antara kebenaran illahi dengan kebenaran lain, kita harus mempercayai kebenaran illahi yang berdasar Alkitab! Kebenaran illahi itu mutlak, sementara kebenaran yang lain itu relative!

2. Penyerahan diri (Trust ) – Rm.10:10
Memiliki iman itu bukan sekedar mempercayai sejumlah doktrin, tapi juga mempercayakan diri kepada sosok yang dipercayai. Mempercayakan diri kepada Allah meliputi tindakan :

(a) Percaya pada pemeliharaan Allah
Orang yang percaya (trust) kepada Allah memiliki keyakinan bahwa Allah adalah pemelihara hidupnya. Ia tidak kuatir dalam menjalani hidup ini, karena ia tahu ada Allah yang akan menyediakan semua keperluannya – band.Fil.4:19

(b) Percaya pada penyelamatan Allah
Orang yang percaya (trust) kepada Allah juga memiliki keyakinan bahwa Allah selalu menolong dirinya ketika ia menghadapi masalah yang berat yang tidak bisa diselesaikannya sendiri.

3. Kerja keras (Toil ) –Ibr. 2:17, 11:7
Memiliki iman tidak berarti kita tidak melakukan tugas kita. Iman sejati justru akan  mengilhami kita untuk aktif dalam melayani Tuhan dan bekerja keras di tempat kita bekerja. Contoh :

(a)  Iman Nuh
Iman dalam kehidupan Nuh berarti bekerja keras saat ia mempersiapkan sebuah bahtera sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

(b) Iman Musa
Iman dalam hidup Musa berarti meninggalkan kenyamanan rumah mertuanya dan mengembara bersama umat Israel dipadang gurun sebagai bentuk kesetiaan kepada panggilan Allah.

4. Ujian (Trials)  –1 Pet.1:7
Ujian adalah bagian dari iman! Ujian meupakan hal yang nomal bagi iman. Kalau tidak pernah diuji justru itu bukan iman sejati! Pertanyaannya, untuk apakah ujian itu ? Paling tidak ada 2 hal :

(a) Menguatkan
Ujian atau pergumulan hidup membuat kita semakin kuat. Contoh :

(1)  Pohon yang paling kuat di gunung adalah yang berada di tempat paling tinggi, sebab di tempat itu anginnya kencang. Jadi, Pohon itu terlatih menahan gempuran angin.

(2)  Hasil riset menunjukkan bahwa 85% orang yang sukses luar biasa berasal dari kelarga yang kekurangan. Nah, karena kekurangan, ia terbiasa berjuang dari sejak kecil. Hasilnya : Mereka memiliki semangat pantang menyerah!

(b) Mempromosikan
Setiap promosi, selalu diawali dengan ujian. Misalnya, anak sekolah kalau mau naik kelas, pasti harus melalui ujian dulu.

5. Siksaan/aniaya (Torture)  –  Ibr. 11:36-37.
Orang beriman pasti pernah mengalami siksaan/aniaya karena imanya kepada Kristus. Ada 2 jenis aniaya, dimana kita pasti pernah mengalami salah satunya :

(a)  Aniaya fisik
Berupa kekerasan fisik yang dialami orang beriman karena keteguhan imannya kepada Kristus.

(b)  Aniaya mental
Berupa ancaman atau teror yang diterima orang percaya sebagai akibat dari imannya kepada Kristus.

Sebagai orang beriman kita harus memiliki atau mengalami ke 5 aspek dari iman yang telah dibahas di atas. Hanya dengan demikian, maka iman kita akan semakin kuat dan berbuah lebat.

Renungan diambil dari buku Menjadi Murid Sejati oleh Drs. Edward Pipie Jahja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *